"Pagi tadi ditemukan keepernya mati di kandang sekitar pukul 07.30 Wib," kata Direktur Operasional dan Umum KBS, drh Liang Kaspe pada wartawan di KSB, Senin (2/6/2014).
Ia mengaku belum mengatahui penyebab pasti kematian satwa yang dilindungi ini, karena masih melakukan outopsi dan menunggu hasil tim labfor serta hasil dari patologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (FKH Unair).
"Untuk kepastian penyebabnya, kita kirimkan lengkap ke bagian patologi FKH Unair serta darah dan cairan lambung kita kirim ke forensik di Polda Jatim untuk mengetahu adanya kemungkinan diracun," ungkapnya.
Akibat matinya Komodo jantan yang merupakan hasil penetasan 2010 lalu ini, koleksi Komodo di KBS tersisa 73 ekor. Perlu diketahui, kematian Komodo KBS ini merupakan yang keduakalinya pada tahun 2014 ini.
(ze/bdh)











































