"Kita (BPBD) tidak bisa melarang, apalagi statusnya juga masih waspada. Jadi masih berupa himbauan saja. Beda jika sudah siaga maka kita akan melarang," ungkap Eka Muharram, Kabid Kerdaruratan dan Logistik pada BPBD Banyuwangi saat dihubungi detikcom, Kamis (29/5/2014) petang.
BPBD Banyuwangi mengungkapkan, selama Mei sedikitnya lebih dari 30 pendaki yang memberikan pemberitahuan untuk lakukan pendakian ke gunung yang masuk dalam daftar 19 gunung berapi di Indonesia tersebut. Termasuk salah satunya rombongan asal Solo yang belakangan 2 anggota mengalami cidera serius saat lakukan pendakian ke gunung yang miliki ketinggian 3.332 mdpl itu.
"Sebelum mendaki mereka (10 pendaki asal Solo) juga memberikan pemberitahuan pada petugas pos pendakian yang ada di Dusun Wonorejo, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi," tuturnya.
Kini di kawasan hutan Gunung Raung, tim rescue gabungan Basarnas dan BPBD Banyuwangi sedang dalam proses mengevakuasi 10 pendaki asal Solo itu. BPBD Banyuwangi berharap, dengan peristiwa ini para pendaki bisa lebih waspada dan bijak saat memilih gunung yang akan di daki. Eka menyarankan pada pendaki agar mengindahkan himbauan dari petugas BPBD atau petugas pos pendakian.
"Ini jadi pelajaran berharga bagi para pendaki, alangkah lebih baik jika memang sudah ada himbauan status gunung waspada supaya tidak nekat naik gunung tersebut. Tidak hanya berlaku bagi pendaki Gunung Raung tapi juga berlaku bagi para pendaki di Gunung berapi lainnya yang kini statusnya waspada," pungkasnya.
(bdh/bdh)










































