Dari pantauan detikcom, kaca-kaca rumah dan papan nama hancur dilempari batu. Suasana sedikit mencekam, saat warga berhasil masuk ke rumah.
"Polisi jangan ikut-ikut, jangan halangi kami, ini harga diri kami, warga Tarokan," teriak salah seorang warga yang mengamuk, Senin (26/5/2014).
Massa juga sempat membakar kursi dan isi rumah yang berada di halaman rumah, beruntung polisi langsung mencegahnya. Polisi dari Polres Kediri Kota yang hanya berjumlah puluhan tidak dapat membendung tindak anarkis warga.
Akhirnya ratusan petugas dari sat brimob Polda Jatim ditambah 1 unit mobil water canon diturunkan untuk meredam warga. Dengan gas air mata yang disemprotkan ke arah warga, perlahan ratusan warga mundur dan menjauh dari petugas.
Dari pantauan detikcom, petugas memasang garis polisi dan terus berjaga di sekitar lokasi kejadian. Sementara kondisi rumah woko, rusak parah.
Sebelumnya, ribuan warga Desa/Kecamatan Tarokan mendatangi kantor Pemkab Kediri Kota. Mereka menuntut Kades Tarokan, Woko, dipecat. Namun sesuai pengakuan dari Asisten 1 Bidang Pemerintahan Pemkab Kediri, Joko Susilo, saat menemui massa mengaku jika Kades Woko hanya diberi peringatan pertama.
(fat/fat)










































