Kantor Dinas Pendidikan Lamongan Didemo Terkait Soal UN Bocor

Kantor Dinas Pendidikan Lamongan Didemo Terkait Soal UN Bocor

- detikNews
Kamis, 22 Mei 2014 13:43 WIB
Kantor Dinas Pendidikan Lamongan Didemo Terkait Soal UN Bocor
Kepala dinas pendidikan Lamongan didemo/Eko Sujarwo
Lamongan - Terungkapnya kasus kebocoran soal Ujian nasional (UN) tingkat SMA yang melibatkan guru dan kepala sekolah, membuat sejumlah kalangan di Lamongan gerah. Puluhan massa yang menamakan Gerakan Peduli Pendidikan (GPP) menggelar unjuk rasa menuntut agar Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Lamongan turun dari jabatannya.

Massa GPP ini mendatangi kantor Diknas Lamongan dan menggelar orasi di depan kantor Diknas Lamongan Jalan KH Ahmad Dahlan. Selain orasi, puluhan orang ini juga membentangkan spanduk dan membagikan selebaran yang berisi tuntutannya.

Salah seorang korlap aksi GPP, Yusuf mengatakan, sebuah upaya yang terorganisir dan sistematis telah mencoreng pendidikan di Lamongan. Praktek ketidakjujuran, kata Yusuf, yang mengatasnamakan prestasi atau penghargaan telah membunuh kompetensi siswa dan keberagaman dalam berilmu.

"Ini masalah besar dan tidak bisa dipandang remeh," tandasnya.

Untuk itu, lanjut Yusuf, GPP tergerak untuk mengawal proses hukum atas praktek kejahatan massal yang nantinya akan mengungkap fakta siapa aktor intelektual di balik pemakzulan dunia pendidikan di Lamongan.

Bocornya soal UN beberapa waktu lalu, tegas Yusuf, mengindikasikan jika hal itu dilakukan secara sistemik dan melalui lembaga resmi serta melibatkan hampir semua sekolah di Lamongan.

"Hal ini didukung pula dengan statement pihak berwajib yang mengerucut adanya aktor intelektual dan secara logika tidak mungkin kejahatan yang melibatkan banyak guru dan kepala sekolah tidak ada koordinatornya," tandasnya.

Aksi ini sempat berlangsung panas. Pasalnya, massa yang ada di depan pintu kantor Diknas Lamongan sempat merangsek maju dengan mendobrak pintu gerbang kantor dinas. Sayangnya, hingga aksi ini berakhir dan melanjutkan ke kantor bupati dan kantor DPRD Lamongan, kepala dinas pendidikan tidak menemui massa.

"Kami menuntut agar kepala dinas pendidikan Lamongan turun dari jabatannya," kata Yusuf seraya menegaskan kalau mereka akan datang lagi ke kantor Diknas Lamongan dengan massa yang lebih besar hingga kepala Diknas Lamongan turun.

(fat/fat)
Berita Terkait