Pelajar 16 tahun itu juga luka di bagian dahi dan kedua tangannya akibat sabetan pisau YD (18). Beruntung, Zakki akhirnya berhasil lolos dari upaya pembunuhan di dekat kebun jati Desa Kukusan itu.
Zakki dilepas oleh YD, yang tak lain teman akrabnya itu, setelah berjanji tidak akan melaporkan kejadian yang menimpanya itu ke orang tua dan polisi. Dalam kondisi berdarah-darah, korban pergi meninggalkan lokasi kejadian dengan sepeda motornya. Namun akhirnya tersungkur di jalan desa, hingga ditemukan warga.
"Sekarang korban masih dirawat di RS Panarukan. Mengalami luka di leher, dahi, dan tangan kanan-kiri," kata Kasubbag Humas Polres Situbondo, AKP Wahyudi, Rabu (21/5/2014).
Insiden berdarah yang terjadi Selasa (20/5) malam membuat kedua orang tua Zakki shock. Ditemui di RS Panarukan, Herman dan Raodah tidak menyangka YD, yang baru menerima pengumuman lulus setingkat SMA, itu tega menganiaya buah hatinya. Sebab selama ini keduanya berteman cukup akrab.
"Tadi dia (YD,red) yang datang ke rumah dan meminta antar anak saya ke Desa Balung. Saya tidak menyangka akan seperti ini. Mereka berdua akrab," tandas Raodah (39), ibu korban.
Keterangan yang dihimpun detikcom menyebutkan, insiden penganiayaan itu terjadi saat Zakki mengantar YD ke Desa Balung Kecamatan Kendit, dengan memakai sepeda motor Yamaha Jupiter MX L 2780 VC miliknya. Di tengah jalan dekat hutan jati Desa Kukusan, pelaku minta korban menghentikan laju sepeda motornya.
Saat itu YD berdalih hendak mengambil semangka di tengah hutan. Namun, keduanya tidak menemukan buah semangka, hingga bermaksud melanjutkan perjalanan. Namun baru beberapa meter korban berjalan ke arah sepeda motornya, pelaku tiba-tiba menggorok leher korban dari belakang.
Korban yang terjatuh terus dihujani sabetan pisau oleh YD. Sambil berusaha menangkis, Zakki meminta YD tidak membunuhnya. Korban berjanji tidak akan memberitahukan kejadian itu kepada siapa pun, termasuk orang tua dan polisi. Mendengar itu YD bergegas meninggalkan korban sendiri di lokasi kejadian.
"Saya tidak punya masalah apa-apa dengan dia. Makanya saya heran kok dia tega melakukan ini pada saya," tutur Zakki.
Polisi sendiri masih terus menyelidiki kasus penganiayaan tersebut. Dari lokasi kejadian, polisi menemukan sebuah sandal diduga milik pelaku.
"Pelaku sampai sekarang masih dalam pengejaran. Kami juga belum mengetahui motifnya," tandas AKP Wahyudi.
(fat/fat)











































