Selain siswa yang bersekolah di sekolah umum, siswa kurang mampu yang bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) hingga Madrasah Aliyah (MA) juga mendapat BSM.
Bekerjasama dengan Kemendikbud, Kemenag dan Sekretaris Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) akan memberikan bantuan dana Rp 311 miliar lebih bagi siswa MI hingga MA di Jawa Timur. Dana itu akan dikucurkan melalui Kartu Perlingungan Sosial (KPS).
"Untuk Jawa Timur kita berikan dana BSM untuk 504.485 siswa kurang mampu MI, MTs dan MA. Dana tersebut akan ditransfer langsung ke masing masing rekening siswa," kata Dyah Larasati, Anggota Tim Pengendali Klaster 1, Sekretariat TNP2K kepada wartawan di Hotel Mercure Grand Mirama, Selasa (20/5/2014).
Sementara Kasubdit Kesiswaan Pendidikan Madrasah Kemenag, Sastra Juanda, menyebut di Jatim merupakan penerima bantuan BSM paling banyak. "Karena di Jatim merupakan provinsi terbesar, bahkan di dunia yang memiliki madrasah terbanyak. Di Mesir saja hanya beberapa," ujar Juanda.
Rinciannya, siswa MI sebanyak 233.196 siswa dengan nilai bantuan Rp 104 miliar, MTs sebanyak 180.545 siswa medapat bantuan Rp 135 miliar dan MA ada 90.744 siswa dengan bantuan Rp 90 miliar.
(ze/fat)











































