"Saya tidak mau berkomentar dan menanggapi pernyataan bu Risma soal peras-perasan, karena bukan kompeten saya," kata Head Coorparate Communication PT Unilever Indonesia, Maria Dewantini Dwianto saat dihubungi detikcom, Jumat (16/5/2014).
Maria juga mengaku heran, kenapa Risma memberikan statemen jika Unilever menjadi korban pemerasan. "Yang pasti memang pada Rabu (14/5) ada tim kami yang bertemu dengan pihak Dinas Kebersihan dan Pertamanan. Dan hasilnya kami mendapat arahan jika kami harus mengganti kerusakan dan pemeliharaan taman selama setahun kalau tidak salah yang harus kami setorkan ke kas daerah," ungkapnya.
Sebelumnya, Risma mengaku kasihan dengan PT Unilever Indonesia. Karena sejak permasalahan ini, pihak unilever menjadi korban pemerasan. Walikota yang diusung PDIP ini mengungkapkan jika unilever diperas antara puluhan hingga ratusan juta.
"Kasihan juga ternyata banyak sekali yang meras yang nipu," kata Risma usai memberikan arahan ke kepala sekolah se Surabaya di SD Xi Zhong.
(bdh/bdh)











































