Mengapa Sanggar Genjah Arum 'Museum Using' Dibangun?

Mengapa Sanggar Genjah Arum 'Museum Using' Dibangun?

- detikNews
Kamis, 15 Mei 2014 14:06 WIB
Mengapa Sanggar Genjah Arum Museum Using Dibangun?
Iwan dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas
Banyuwangi - Tak mudah memiliki komitmen untuk pelestarian budaya lokal. Termasuk berusaha mempertahankan adat Suku Using di Banyuwangi. Demikian pula niat Setiawan Subekti (57), seorang pengusaha perkebunan.

Iwan, demikian disapa, membangun Sanggar Genjah Arum di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah. Di desa adat itu memang busaya Using masih bertahan hingga kini.

Iwan yang juga dikenal ahlinya kopi ini mengaku sengaja membangun tempat tersebut untuk menyelamatkan rumah khas Using. Menurutnya, saat ini rumah khas Using semakin berkurang.

Sebab banyak orang yang memburu rumah Using tersebut untuk diambil kayu-nya. Kayu yang tua itu kemudian dijadikan bahan baku meuble yang kemudian dikirim ke luar negeri.

"Ini bentuk penyelamatan yang terancam punah. Mereka banyak memburu kemudian diambil kayunya dan dijadikan furniture. Dan langsung dijual ke Eropa. Mereka tahu kayunya pasti kayu tua," tambahnya, Kamis (15/5/2014).

Berangkat hanya dengan 1 unit rumah khas Using, Iwan mulai mengumpulkan satu per satu rumah yang dijual oleh pemiliknya. Kebanyakan pemilik rumah bosan dan ingin mengganti rumahnya dengan dinding tembok.

"Dulu saya membelinya antara 5 sampai 7 juta per unit. Dan sekarang sudah melambung tinggi antara 20 sampai 30 juta per unit. Harga mahal ini menumbuhkan percaya diri masyarakat untuk tidak menjual rumahnya dan ikut melestarikan rumah using," tandas pria berkacamata ini.

Kini Sanggar Genjah Arum miliknya menjadi jujugan wisatawan yang ingin mengenal dari dekat rumah khas Using.

(gik/gik)
Berita Terkait