Kepala Cabang PT. ASDP Indonesia Ferry Ketapang Gilimanuk, Waspada Heruwanto mengatakan, aktivitas bongkar muat di 2 pelabuhan tidak terganggu imbas dari terbakarnya KMP Reny II.
"Semua aktivitas penyeberangan normal, tidak sampai terganggu dengan adanya kebakaran kapal," ujarnya kepada detikcom, Rabu (14/5/2014).
Sebab, kata Waspada, kapal yang terbakar tersebut berada di tengah laut. Kapal milik PT Jembatan Nusantara itu, berada di sebelah selatan pelabuhan ASDP Ketapang.
"Kapal berada di selatan kira-kira satu mil dari pelabuhan. Tidak mengganggu jalur penyebrangan, sempat kita khawatirkan terkena kabel bawah laut. Tapi saya kira tidak akan terjadi," tandasnya.
Penantian Panjang Para Penumpang
Sementara itu, evakuasi kapal Reny II masih dilakukan. Saat ini para penumpang kapal sedang menunggu kapan bersandarnya kapal KMP Reny II.
Penumpang harus menunggu waktu hampir 12 jam untuk evakuasi kendaraan dan barang milik mereka yang masih berada di kapal yang terbakar pukul 06.20 WITA itu.
"Sudah hampir 12 jam kita menunggu kapalnya sandar. Kita harus menunggu sampai kapan lagi?" ujar Rustini (44) warga Wonogiri, Jawa Tengah.
(gik/gik)











































