Yang Bocor Bukan Kunci Jawaban, Tapi Soal UN

Yang Bocor Bukan Kunci Jawaban, Tapi Soal UN

- detikNews
Senin, 12 Mei 2014 22:53 WIB
Yang Bocor Bukan Kunci Jawaban, Tapi Soal UN
Surabaya - Kasus jual beli kunci jawaban soal Ujian Nasional (UN) hampir mencapai klimaksnya. Polisi sudah mengetahui aliran kasus itu dari hulu ke hilir. Fakta baru pun ditemukan, ternyata yang bocor bukanlah kunci jawaban, melainkan soal UN.

"Kunci itu tidak asli. Kunci itu dibuat oleh sekelompok orang yang mencuri soal UN. Locus delictinya di Lamongan," kata Kombespol Setija Junianta kepada wartawan, Senin (12/5/2014).

Kapolrestabes Surabaya itu menyebut sekelompok karena pelakunya memang lebih dari dua orang. Soal tersebut, kata Setija, dicuri saat didistribusikan dari polres ke polsek. Apakah pendistribusian itu tidak dikawal polisi?
Pendistribusian tersebut memang dikawal polisi. Tetapi untuk mengalihkan perhatian sang pengawal, para pelaku mengajak sang polisi untuk makan di sebuah rumah makan.

"Saat makan itulah soal UN dicuri. Semua tipe soal dicuri," lanjut Setija.

Soal tersebut lantas dikerjakan oleh 'ahlinya' selama dua hari. Maka tersusunlah kunci jawaban yang selanjutnya disebar dan dijual melalui perantaranya, termasuk siswa sendiri.

Untuk penyebaran dan jual belinya di Surabaya, kasusnya kami tangani. Untuk kasus pencurian soal UN, kami akan berkoordinasi dengan Polda Jatim karena locus delictinya ada di Lamongan.

Polisi sendiri sudah menetapkan delapan orang menjadi tersangka. Mereka adalah Dwi Naba Bagus Danail Bimantara, alias Joli Gosok (20), Brian Dwiky alias Ambon (19), Keduanya diketahui sebagai ketua dan wakil koordinator.

Lalu ada Ahmad Tri Sutrisno alias Oni (19), Alfian Sudarsono (19), Hidayatullah alias Dayat (20), M. Nasrun Abid, mahasiswa PPNS (Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya), dan oknum guru SMAN 3 Lamongan, Edi Purnomo. Serta seorang oknum guru Ibnu Mubarrok juga ditangkap, wakil kepala sekolah MTs Putra-Putri Lamongan.

Dari para tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa dua unit komputer, 16 unit laptop, 162 lembar jawaban UN, 10 buah CD jawaban UN, lima buah flasdisk, uang Rp 75 juta, dan dua buah buku tabungan.



(iwd/iwd)
Berita Terkait