"Sepanjang hari ini hampir tidak ada gempa. Hanya barusan sekitar pukul 17.28 WIB sempat terjadi gempa berkekuatan 2 skala richter," kata Yahya Maziun kepada detikcom.
Sekretaris BPBD Situbondo itu menuturkan, gempa dengan kekuatan kecil itu tidak sampai menimbulkan kerusakan, karena getarannya tidak besar. Meski begitu, warga tetap trauma hingga banyak yang masih bertahan di luar rumah. Selain di tenda pengungsian, sebagian warga juga bertahan di teras-teras rumahnya.
"Warga takut gempa berkekuatan besar tiba-tiba terjadi. Makanya masih banyak yang tidur di teras rumah," sambung Yahya Maziun.
Meski intensitasnya menurun, menurut Yahya, personil BMKG Tretes yang berada di lokasi gempa mengimbau warga agar tetap waspada. Sebab, intensitas gempa masih berpotensi untuk mengalami naik maupun turun. Karena itu, mengantisipasi hal tak diinginkan warga harus tetap berhati-hati.
Diberitakan sebelumnya, gempa tektonik dengan skala kecil terus mengguncang wilayah Desa Kedunglo, Kecamatan Asembagus. Warga terus didera resah hingga banyak yang enggan tidur di dalam rumahnya.
Petugas dari BMKG Tretes terus disiagakan di Desa Kedunglo untuk melakukan pemantauan terhadap aktivitas gempa. Aktivitas gempa itu diduga akibat pecahnya lempengan kapur dalam bumi, hingga menimbulkan dentuman dan suara gemuruh.
(bdh/bdh)











































