Informasi yang dihimpun detikcom menyebutkan, perampokan yang terjadi di toko komputer milik Supani (46) di Jl Basuki Rahmat diperkirakan terjadi, Sabtu (10/5/2014) dini hari.
Pasalnya kata Supani, kakaknya bernama Masruroh yang tinggal di sebelah toko mendengar kegaduhan dari dalam toko miliknya. "Saat itu kakak saya menyangka kalau kegaduhan itu karena ulah tikus, tidak tahunya ternyata toko saya disatroni pencuri," katanya.
Dalam menjalankan aksinya, pelaku yang diduga lebih dari 2 orang ini memasuki toko dengan mencongkel pintu dengan menggunakan linggis. Sayangnya, meski toko ini telah dilengkapi CCTV, namun para pencuri juga membawa kabur memori penyimpanan (hard drive) CCTV yang ada di toko. "HDR CCTV yang terpasang juga ikut dibawa oleh pelaku," ujar Supani.
Akibat peristiwa ini, Supani mengaku mengalami kerugian hampir Rp 200 juta, dengan rincian 40 laptop, 2 monitor LCD, sebuah proyektor serta puluhan tablet yang berada di 3 etalase berbeda amblas.
Selain itu, kawanan pencuri yang diduga menggunakan mobil ini juga membawa puluhan printer yang berada di belakang toko. "Pelaku leluasa mengambil barang lantaran toko dalam keadaan kosong tanpa penjaga," katanya.
Kini, petugas kepolisian dari Polres Lamongan masih menyelidiki kasus pencurian yang menimpa toko komputer ini. Selain meminta keterangan pemilik toko dan mengamankan 2 linggis yang diduga dijadikan alat untuk mencongkel pintu toko, petugas juga masih melakukan oleh TKP.
(bdh/bdh)











































