Terbakar Api Cemburu, Seorang Pria Bunuh Tetangga dengan Empat Tusukan

Terbakar Api Cemburu, Seorang Pria Bunuh Tetangga dengan Empat Tusukan

- detikNews
Sabtu, 10 Mei 2014 12:03 WIB
Banyuwangi - Diduga terbakar api cemburu, JR (30), warga Dusun Krajan, Desa Segubang, Kecamatan Licin, Banyuwangi, nekad menghabisi nyawa Ahmad Fatanul (34) yang tak lain masih tetangganya sendiri. Pelaku tega membunuh dengan cara menusuk korban 4 kali menggunakan pisau dapur. Akibatnya korban tewas bersimbah darah dengan usus terburai.

Kapolsek Licin AKP Wan Sutanto menjelaskan, dari kesaksian warga kejadian bermula saat korban sedang membakar ikan bersama keluarga dan tetangga di depan rumahnya, pada Sabtu (10/05/2014) dini hari.

Tiba-tiba pelaku datang dengan membawa sebilah pisau dapur yang sudah dibawanya sebelum menuju ke lokasi pembunuhan. Setelah terlibat cek-cok, pelaku langsung menyerang korban membabi buta yang mengakibatkan korban tewas ditempat dengan bersimbah darah dan usus terburai.

"Tusukan di dada kanan dan robek di dada kiri. Di atas perut dan pinggang korban itu yang sebabkan ususnya terburai," jelas AKP Wan Sutanto saat ditemui detikcom di kamar mayat RSUD Blambangan, Sabtu (10/5/2014).

Menurut informasi yang berkembang, kata Kapolsek Licin, warga sekitar mengutarakan jika antara pelaku dan korban memang sudah lama bermusuhan. Pelaku dendam pada korban lantaran istri pelaku (Ririn) terlibat CLBK dengan korban yang saat ini masih berstatus lajang. Usai membunuh korban, pelaku langsung kabur dan hingga kini pihak kepolisian sedang melakukan pengejaran.

"Belum tertangkap, sekarang masih pengejaran. Diduga motif asmara, jadi antara istri pelaku dan korban dulu pernah pacaran dan sekarang nyambung lagi. Karena perselingkuhan itu saat ini kondisi keluarga pelaku sedang bermasalah. menyimpan dendam pada korban," imbuh AKP Wan Sutanto.

Sebagai barang bukti petugas Kepolisian Sektor Licin mengamankan barang bukti pisau alat kejahatan dan saat ini sedang meminta keterangan dari sejumlah saksi.

(bdh/bdh)
Berita Terkait