Makan Durian Tapi Tidak 'Mabuk', Ini Rahasianya

- detikNews
Sabtu, 10 Mei 2014 11:26 WIB
Banyuwangi - Tak sedikit yang merasakan sakit kepala setelah menyantap buah durian. Keluhan itu kerap terjadi, dan bahkan memicu rasa trauma. Namun, 'mabuk' durian bisa ditangkis bila tahu rahasianya.

Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Durian Merah Banyuwangi Eko Mulyanto membeberkan kiat khusus agar tetap sehat menkonsumsi durian, termasuk durian merah sekalipun.

Menurutnya, buah durian yang membuat kepala pusing atau mual adalah buah durian yang usinya lebih dari enam jam setelah dipetik atau jatuh dari pohonnya.

Jika lebih dari 6 jam, vitamin durian akan berkurang dan tidak memiliki khasiat untuk tubuh.

"Setelah 6 jam, enzim di dalam durian akan menghasilkan alkohol. Sehingga itu yang membuat orang makan durian mesti kepala pusing dan kepala terasa berat," ujar Eko kepada detikcom, Sabtu (10/5/2014).

Menurutnya, ada beberapa antisipasi yang dilakukan oleh penggemar buah durian. Yang pertama, kata Eko, sebelum menghajar durian terlebih dahulu menkonsumsi buah manggis.

Buah yang dijuluki "Queen of Fruits" itu mengandung zat yang bisa menetralisir alkohol yang ada pada buah durian. Dua buah ini saling menolong, karena itulah musim panen manggis selalu berbarengan dengan durian yang dijuluki "King of Fruits".

"Tuhan selalu menciptakan lawan dari makanan yang diciptakan. Makan manggis 3 sampai 4 buah sebelum makan durian bisa membuat kuat makan durian. Entah sepuluh atau mungkin 40 buah durian sekaligus anda makan tidak akan mabuk," tambahnya.

Selain itu, tambah Eko, air bilasan dari kulit dalam durian juga bisa mengatasi mabuk durian. Di bagian dalam kulit durian mengandung antidot berupa lilin yang bisa larut dengan air.

Kemudian larutan tersebut diminum untuk menetralisir alkohol dalam durian yang sudah dimakan tersebut.

"Caranya gosok beberapa kali bagian dalam kulit durian dan dicampur air minum. Di sana ada antidot untuk melawan racun pada tubuh. Kemudian minum sampai habis. Itulah mengapa daging durian tidak melekat di dalamnya," tandasnya.



(gik/gik)