"Sekitar 4 hari lalu pasien ini habis pulang umroh, saat virus MERS sedang mewabah," kata Karumkit Bhayangkara Kota Kediri AKBP Prima Heru saat ditemui di kantornya, Jumat (9/5/2014).
Karena datang dengan gejala panas, batuk berdahak dan sesak nafas, Kamis (8/5) akhirnya si pasien asal Kabupaten Kediri ini dirawat dengan perlakuan khusus.
"Pasien kini kita rawat di ruang isolasi," jelasnya.
Setelah diduga mengalami virus MERS, kata Prima Heru, pihaknya memeriksa k laborat dan didiskusikan dengan balai laboraturium kesehatan (BLK) dan dinas kesehatan provinsi.
"Kita masih harus menunggu hasil SWAP tenggorokan untuk lebih memastikan penyakit tersebut," tambahnya.
Selain itu pihak rumah sakit juga masih harus melakukan observasi serial selama 3 hari berturut-turut.
"Kalau dilihat gejalanya memang mirip, tapi kita masih harus menunggu hasil pemeriksaan SWAP, sekitar 1 minggu lagi," tegasnya.
Mengantisipasi penyebaran virus MERS, kata dia, pihaknya memperlakukan pasien dan dokter secara khusus. Mulai penggunaan masker dan diagnosis harus diperhatikan.
Pihaknya pun akan berkoordinasi dengan dinas kesehatan untuk sosialisasi pencegahan penyakit berbahaya dan mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan.
(fat/fat)











































