"Selain ruang isolasi, kami juga menyiapkan 50 dokter dan perawat khusus. Saat merawat pasien, para dokter dan perawat juga memakai pakaian khusus. Bila selesai dipakai, pakaian itu harus dibakar," kata Kepala IRD RSU dr Soetomo Surabaya, dr Urip Murtedjo SpB-KL saat dihubungi, Jumat (9/5/2014).
Urip menjelaskan, dalam pelayanan penderita virus MERS ini, selain merawat pasien, pihak rumah sakit juga meneliti jenis virus tersebut. Hasil penelitian langsung diteruskan ke Dinas Kesehatan dan pemerintah pusat.
"Ini dilakukan agar pemerintah segera mengimbau masyarakat agar mewaspadai virus tersebut," tambahnya.
Selama ini, kata dia, ruang isolasi khusus bagi penderita virus MERS sebelumnya digunakan untuk menangani pasien penderita flu burung, flu babi dan penderita penyakit menular lainnya.
(fat/fat)










































