Bupati Anas Sambangi Sihatul di RSUD Blambangan

Bupati Anas Sambangi Sihatul di RSUD Blambangan

- detikNews
Rabu, 07 Mei 2014 12:31 WIB
Bupati Anas Sambangi Sihatul di RSUD Blambangan
Bupati Anas saat menjenguk Uul
Banyuwangi - Kedatangan Sihatul Alfiyah (Uul) Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang koma di Taiwan lantaran disiksa majikannya, langsung disambut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Usai bersepeda, orang nomer satu di Banyuwangi itu langsung mengunjungi Uul di ruang IRD, RSUD Blambangan.

"Uul ini tangguh. Dia berjuang hidup sampai sekarang. Semangatnya ingin bertemu dengan keluarga di Banyuwangi lah yang membawa pulang dia saat ini," ujar Bupati Anas, kepada detikcom, Rabu (7/7/2014).

Menurut Anas, kehadiran Uul ke Banyuwangi di bantu oleh berbagai pihak yang solid untuk mengupayakan kepulangan warga Banyuwangi ini. Sebelum kedatangan Uul, kata Anas, pihaknya sudah menginstruksikan direktur RSUD Blambangan Banyuwangi, untuk menyediakan seluruh kelengkapan yang dibutuhkan Uul saat di rawat di Banyuwangi. Selain itu, Anas minta adanya tim khusus yang menangani keseharian Uul.

"Alhamdulillah sudah ada tim khusus yang akan merawat dan menangani Uul sehari-hari. Ada sekitar 6 dokter yang menjaga secara bergantian," tambahnya.

Mengenai pembiayaan perawatan Uul di RSUD Blambangan Banyuwangi, nantinya Pemkab akan menanggung sebagian pembiayaan, selain dari bantuan dari berbagai pihak.

"Kami akan bantu untuk pembiayaan selain dari bantuan dari majikan dan yang lain. Mudah-mudahan ada keajaiban Uul bisa sembuh. Sebab kata dokter tadi Uul sudah bisa menggerakkan jarinya," tandasnya.

Sementara itu, Kepala UPT Pelayanan Penampatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Jawa Timur Agus Heri Santoso menilai kesiapan RSUD Blambangan sudah mencukupi untuk merawat Uul di Banyuwangi.

Uul saat ini memerlukan peralatan khusus sebab saat ini hidupnya tergantung kepada alat medis.

"Peralatan sudah cukup memadai. Kami inginkan yang terbaik buat Uul demi kelangsungan hidupnya. Sebab alat bantu itu sangat diperlukan," ujarnya.

Perwakilan Kantor Dagang dan Ekonomi di Taiwan Noerman Adhiguna mengaku salut dengan persiapan yang dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi dalam menyambut kepulangan Uul.

Sebab selama ini, penyambutan kepulangan TKI yang bermasalah ataupun sakit selalu tidak digubris oleh pemerintah daerahnya.

"Saya salut dengan Pemkab Banyuwangi yang sangat peduli dengan nasib warganya yang menjadi TKI. Saya terharu, tidak ada daerah yang kepeduliannya seperti ini," ujarnya kepada detikcom.

Sebelumnya, Sihatul Alfiah mengalami koma 4 bulan di Taiwan, yaitu sejak Januari 2014. Dia diduga mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh majikan ditempat dia bekerja.

Sihatul diduga dipukul dengan benda tumpul oleh majikannya hingga tak sadarkan diri. Ia dibawa ke UGD RS Chi Mei Medical Centre di Liouying. Hasil diagnosa resmi membuktikan terjadi luka di bagian belakang kepala akibat benturan benda tumpul.

Selama 13 bulan bekerja, Sihatul baru digaji selama 3 kali oleh majikannya. Namun majikan Sihatul, Huang Deng Jin, hingga saat ini tidak pernah diberi sanksi hukum.

(iwd/iwd)
Berita Terkait