"Kita baru saja ambil edaran Bu walikota untuk level Rukun Tetangga (RT) mengantisipasi virus MERS. Sengaja kita lebih melakukan sosialisasi tingkat bawah dengan sasaran lebih ke personal," kata dr Mira Novia katanya melalui sambungan telepon pada detikcom, Rabu (7/5/2014).
Dalam edaran tersebut, kata Kabid Penanggulangan Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Surabaya, pemkot mengimbau kepada masyarakat agar tetap melakukan perilaku hidup bersih sehat (PHRS) diantaranya dengan selalu selalu mencuci tangan serta menggunakan masker selama menjalankan ibadah.
Selain itu, biro travel umroh juga diingatkan. "Setelah mensosialisasikan ke tingkat RT, kita juga akan kirimkan surat edaran bu walikota ke travel biro perjalanan agar lebih waspada bagi jamaahnya," ujarnya.
Mira menambahakan, selain sosialisasi, ia juga mengimbau kepada para calon jamaah umroh agar tetap menjaga kesehatan 2 minggu selama menjalankan ibadah dan sesudahnya.
"Kita juga mengimbau agar menghindari orang terkena flu selama di sana dan terus menggunakan masker. Karena selama ini masih belum ada penemuan vaksin yang signfikan untuk virus yang asalnya dari Timur Tengah," ungkap Mira.
Ia mengngkapkan, virus MERS dianggapnya sebagai salah satu penyakit yang berat. Karena jika dibiarkan secara persentase 50-80 mengarah pada kematian.
Pihaknya juga mengimbau peran aktif masyarakat agar segera melaporkan dan membawa ke rumah sakit bagi orang yang baru bepergian dari Timur Tengah jika mengalami gejala virus MERS seperti panas tinggi yang disertai batuk dan sesak napas sebagai langkah antisipasi awal.
"Penyakit ini tergantung dari daya tahan tubuh penderita, makanya harus sedini mungkin dibawa ke rumah sakit jika terlihat ada gejala awal," pungkas dia.
(ze/gik)










































