Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP I Gede Suartika membenarkan salah seorang pelaku pengeroyokan yang menewaskan Kristianto masih duduk di bangku kelas IX SMP.
"Satu dari 21 pelaku yang dudah kita tangkap siswa SMP. Tadi pagi dijemput anggota Polsek Dlanggu di rumahnya dan diantar mengikuti UN di sekolahnya," kata I Gede Suartika kepada wartawan, Selasa (6/5/2014).
Informasi yang dihimpun, penganiayaan itu bermula usai melihat konser dangdut di lapangan Desa Mojokarang, Senin (5/5). Aksi pengeroyokan ini dipicu permusuhan lama antara pemuda Desa Kalen dan Mojokarang. Saat kejadian, korban Kristianto mengantar temannya, Sulaiman ke Desa Mojokarang, dengan mengendarai Kawasaki Ninja.
Tanpa basa-basi, saat melintas di jalanan Desa Mojokarang, para pelaku melempari korban hingga terjatuh dari sepeda motornya. Sulaiman yang dibonceng korban, berhasil menyelamatkan diri. Namun Kristianto yang tak sempat melarikan diri menjadi bulan-bulanan para pelaku.
Sementara Kasman (54), ayah S mengaku terkejut saat mengetahui anaknya ditangkap polisi. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang kebun di Taman Safari Prigen, Pasuruan ini baru mengetahui perbuatan putranya pagi tadi setelah ditelpon keluarganya.
"Anak saya mengaku tidak terlibat memukuli korban. Dia (S) bilang hanya melempari sepeda motor korban, itupun karena disuruh temannya," kata Kasman kepada detikcom saat ditemui di Sat Reskrim Polres Mojokerto.
Kasman mengaku cemas atas masa depan putranya yang saat ini menjalani UN di sekolahnya. Dia khawatir, keterlibatan putranya dalam aksi pengeroyokan itu bisa membuat S tidak lulus UN.
"Anak saya sudah selesai ujian hari ini di sekolahnya, ini saya disuruh membawakan seragam sekolah untuk besok dan baju ganti anak saya. Mudah-mudahan anak saya tidak terlibat pengeroyokan sehingga bisa lulus ujian," ungkap Kasman.
Sama dengan pelaku pengeroyokan lainnya, saat ini S menjalani pemeriksaan di Sat Reskrim Polres Mojokerto.
Diberitakan sebelumnya, Kristianto (23), warga Desa Segunung, Kecamatan Dlanggu, Mojokerto tewas mengenaskan setelah dikeroyok 21 pemuda di jalanan Desa Mojokarang, Kecamatan Dlanggu. Tak hanya itu, sepeda motor korban juga hancur akibat dirusak puluhan pemuda yang diketahui warga Desa Kalen, Kecamatan Dlanggu.
(fat/fat)











































