Dari pantauan detikcom, Kamis (1/5/2014) malam, warga di perumahan tersebut saling keluar untuk melihat kejadian tersebut. Mereka tidak ada yang mendekat, hanya berdiri di seberang jalan.
Sedangkan petugas dari Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Surabaya, berjibaku memadamkan api yang meludeskan atap dan ruangan di lantai II di blok CS 2.
"Kami meluncurkan 3 unit mobil pemadam, kemudian ditambah 4 sampai 5 unit lagi," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya, Candra Oratmangun kepada wartawan di lokasi kejadian.
Sekitar 50 menit, petugas pemadam memadamkan api pokok yang berada di lantai II. Kemudian dilanjutkan dengan pembasahan.
"Kami belum tahu penyebab kebakarannya. Diduga korsleting listrik di lantai II," terangnya.
Sementara itu, Indriyani Damayanti (52) pemilik rumah, menerangkan, di rumah hanya ada 4 orang yakni dia sendiri, anaknya, serta kedua pembantu. Saat kejadian, mereka semua berada di lantai I sedang asyik menonton televisi.
"Yang pertama kali mengetahui kebakaran di tempat jemuran itu pembantu saya, Dwi," kata Indri.
Setelah mendapatkan laporan dari pembantunya, Indri langsung mengambil alat pemadam ringan (apar). Sialnya, Indri tak kuasa memadamkan api karena api semakin membesar.
"Saya nggak berani dan belum sempat menyemprotkan, karena api semakin membesar dan banyak yang berjatuhan," terangnya.
Suasana pun semakin panik. Indri lalu menghubungi satpam perumahan tersebut, yang langsung dilanjutkan menghubungi PMK.
"Tidak ada korban. Dua mobil di garasi dikeluarkan anak saya," tandasnya.
(roi/iwd)











































