Dalam aksinya, para pekerja yang terdiri dari kasir wisma, calo dan beberapa pekerja seks komersil ini menggunakan kaos berwarna hitam dengan tulisan warna putih di dada, 'Tolak Penutupan Lokalisasi'.
Selain menggunakan kaos hitam bertulisan penolakan penutupan lokalisasi, massa FPL juga mengenakan pin bergambar Jokowi for presiden yang dipasang di dada kanan.
Tak hanya itu, massa FPL juga membawa spanduk berisi tuntutan diantaranya, 'Soekarwo/Risma Telah Gagal Mensejahterakan Rakyat' dan 'Harga Mati Tolak Penutupan Lokalisasi'.
Koordinator aksi, Budi mengatakan keikutsertaan elemennya karena menganggap para warga yang bekerja di lokalisasi adalah buruh yang juga mempunyai masalah.
"Kami buruh lokalisasi ingin menegaskan di forum ini bahwa kami sebagai pekerja lokalisasi menolak penutupan. Jika sampai ditutup berarti pemerintah telah gagal mensejahterakan rakyatnya," ujarnya pada detikcom disela aksinya di Gedung Negara Grahadi.
(ze/bdh)











































