Dalam pertemuan yang dilakukan di Gedung Pemkot Surabaya ruang Sawunggaling, Risma meminta kepada para kepala sekolah agar menyampaikan kepada guru agar tidak memberikan nilai yang tidak masuk akal serta tidak sesuai dengan kemampuan siswa.
"Saya berharap sekali lagi bisa dilakukan dengan cara fair, untuk apa mendorong untuk mendapat angka, untuk apa? Apa masa depan anak anak hanya lulus SMP dengan nilai 100, tidak kan. Sekali saya mohon dengan sangat wes pol pokok'e tolong sampaikan kepada guru tidak usah malu," ujar Risma, Kamis (1/5/2014).
Risma juga menegaskan bahwa UN yang akan dijalani para siswa SMP pada Senin mendatang bukanlah sebuah akhir sehingga harus menghalalkan segala cara agar mendapat nilai baik.
"Ini bukan akhir, maksudnya tidak perlu menghalalkan segala cara untuk mendapat nilai bagus karena anak-anak harus jalan. Justru kalau anak biasa mendapatkan sesuatu dengan mudah justru suatu saat di pertempuran yang sesungguhnya akan berat karena mereka harus bersaing dengan anak anak yang benar benar mampu," tegas walikota kelahiran Kediri ini.
Menghalalkan segala cara diantaranya, mencari bocoran jawaban dan menyontek. Oleh karena itu Risma, meminta kepada para kepala sekolah agar menyampaikan ke para guru dan wali murid agar tidak menghalalkan segala cara demi mendapatkan nilai yang baik bagi anak.
"Sudah tidak apa apa, kalaupun toh itu hasilnya pas pasan saya tidak malu karena anak anak sudah bekrja keras," imbuhnya.
(ze/bdh)











































