Skenario dalam pelatihan tersebut, salah satu tanki di Depot LPG Perak terbakar. Melihat kondisi tersebut, Organisasi Keadaan Darurat (OKD) yang dipimpin oleh GM Marketing Operation Region V dijalankan.
Penanganan yang dilakukan terdiri dari upaya pemadaman tanki yang terbakar, pencegahan terbakarnya material lain, evakuasi korban dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti dinas kebakaran, kepolisian, rumah sakit hingga penanganan masyarakat.
"Melalui latihan OKD ini kita bisa melatih kesiapan tim penanggulangan keadaan darurat di lokasi maupn di Region dan menumbuhkan alert system di semua lini jika kondisi darurat yang sesungguhnya terjadi," kata Assistant Manager External Relation Pertamina Marketing Operation Region V Heppy Wulansari, Rabu (23/4/2014).
Pencegahan dan penanganan keadaan darurat, jelas dia, merupakan hal yang mendapat perhatian utama perusahaan, terutama dari aspek Health Safety Security Environment (HSSE).
Hal ini mengingat lokasi operasional Pertamina merupakan Objek Vital Nasional karena bertugas menjalankan amanah pemerintah dalam menyalurkan BBM dan LPG baik subsidi maupun non subsidi yang telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat.
Semua lokasi operasi Pertamina pun dilengkapi dengan peralatan safety yang mendukung mulai dari APAR, pemadam beroda, dan perlengkapan safety lainnya. Semua pekerja Pertamina pun diwajibkan mengikuti pelatihan HSSE di Pertamina HSSE Training Centerdi Sungai Gerong Palembang, yang merupakan lokasi training terintgrasi.
(iwd/iwd)











































