Pembobolan dilakukan berulang-ulang sejak Desember 2013 hingga Maret 2014 lalu. Yang mengejutkan, dari hasil rekaman CCTV diduga pelaku pembobolan masih berstatus siswa SMK di Kecamatan Banyuputih.
"Pembobolan ini termasuk modus baru. Dari rekaman CCTV kami berhasil mengantongi identitas pelaku yang diduga masih berstatus pelajar di Kecamatan Banyuputih. Sekarang anggota masih melakukan pengejaran," kata AKP Wahyudi, Kamis (17/4/2014).
Kasubbag Humas Polres Situbondo itu menuturkan, pelaku menggunakan modus baru membobol ATM yang ada di Desa Sumberrejo, Kecamatan Banyuputih. Lewat rekaman CCTV diketahui pelaku memasukkan ATM-nya sendiri ke mesin ATM lalu menekan PIN-nya.
Berikutnya, pelaku melakukan penarikan uang. Nah, saat uang siap keluar dari mesin ATM, pelaku langsung mematikan skring pada meteran listrik di mesin ATM.
Dalam hitungan detik, skring listrik dinyalakan lagi hingga diketahui jika transaksi gagal. Padahal, saat bersamaan uang yang ditarik pelaku tetap keluar lewat mesin ATM tersebut. Praktis, dengan transaksi gagal jumlah saldo milik pelaku yang tersimpan di Bank Muamalat tidak berkurang, meski pelaku berhasil melakukan penarikan uang.
"Pembobolan itu dilakukan berulang kali sejak Desember 2013 hingga Maret 2014," tandas Wahyudi.
Keterangan yang dihimpun detikcom menyebutkan, aksi pembobolan ATM itu baru terkuak setelah pihak Bank Muamalat mencium adanya transaksi mencurigakan di mesin ATM Desa Sumberrejo.
Benar saja, setelah dicek ternyata ada selisih uang dengan transaksi yang terjadi di ATM tersebut. Jumlah uang tunai yang diketahui amblas mencapai Rp 379.320.000. Tahu begitu, Slamet Raharjo (47) dari pihak Bank Muamalat pun segera melaporkan kejadian itu ke Mapolres Situbondo.
"Ini sekaligus menjadi peringatan bagi bank-bank yang lain agar lebih berhati-hati mewaspadai ATM-nya. Sebisa mungkin skring meteran listrik di mesin ATM disembunyikan," imbau mantan Kapolsek Banyuputih itu.
(fat/fat)










































