Hamili Teman Sekelas, Siswa SMK di Pacitan Dibui

Hamili Teman Sekelas, Siswa SMK di Pacitan Dibui

- detikNews
Senin, 14 Apr 2014 15:37 WIB
Malang - Kasus asusila dengan korban di bawah umur kembali menggemparkan Pacitan. Kali ini korbannya siswi SMK swasta. Akibat hubungan layaknya suami isteri yang dilakukan dengan teman sekelasnya, kini korban berbadan dua. Kasusnya sendiri sedang ditangani Unit Perempuan dan Anak (UUPA) Polres Pacitan.

"Tersangka sekarang kita amankan untuk proses penyidikan," terang Kasat Reskrim Polres Pacitan AKP Sukimin kepada detikcom, Senin (14/4/2014).

Menurut Sukimin, pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan keluarga korban. Ini setelah korban mengaku terlambat mendapat haid selama 1 bulan terakhir. Usai diperiksakan kepada petugas medis, gadis 17 tahun itu dinyatakan positif hamil.

Orang tua korban kaget bukan kepalang. Pasalnya, selama ini korban tampak biasa saja. Dia pun tak pernah menceritakan hubungannya dengan pria tertentu. Yang mereka tahu, anak perempuannya bersekolah di salah satu SMK dan tinggal di tempat kos.

Hasil pemeriksaan medis membuat korban tak dapat mengelak dari pertanyaan orang tuanya. Dia pun mengakui beberapa kali melakukan tindakan terlarang dengan pacar di kamar kosnya. Berang anaknya dihamili, orang tua korban melapor ke polisi.

"Tersangka kita proses dengan Undang-undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun," tambah Sukimin.

Mengingat maraknya kasus persetubuhan dengan korban anak di bawah umur, Sukimin mengimbau orang tua lebih jeli mengawasi anaknya. Terlebih jika anak tinggal berjauhan dengan keluarga, semisal indekos.

Tidak itu saja, pemilik tempat kos serta masyarakat sekitar seharusnya ikut bertanggungjawab mengawasi penghuni kos. Hal itu dapat dilakukan dengan menerapkan tata tertib serta pemberlakuan pembatasan yang ketat terhadap tamu yang datang.

"Bila mengetahui ada tempat kos yang dicurigai sebaiknya dilaporkan kepada pemangku kepentingan terdekat sehingga tempat seperti itu tidak disalahgunakan," ujarnya seraya mengkaji kemungkinan razia ke tempat-tempat penginapan.

(fat/fat)
Berita Terkait