"Jembatan Kenjeran sudah hampir final desainnya dan sudah kita sosialisasikan ke warga," kata Wali Kota Risma di Balai Kota Surabaya, Senin (7/4/2014).
Wali Kota lulusan S1 arsitektur ini mengungkapkan, desain jembatan mendapat masukan dari ahli konstruksi Singapura terkait konstruksi bawah laut agar tahan terhadap gesekan laut.
Hal ini kata Risma membuat ada perbaikan desain jembatan khususnya kontruksi bawah jembatan. "Mungkin ada perbaikan beberapa yang harus kita perbaiki untuk menahan gelombang laut (desainnya)," ungkap dia.
Selain mendapat masukan, pemkot kata Risma juga melakukan studi ke jembatan tol Bali yang dinilai sama karena dibangun di atas laut. "Nilainya sekitar Rp 159 miliar, teman teman, Bu Erna dan tim ITS belajar ke Tol Bali," lanjut Risma.
Ibu dua anak ini juga sudah menyiapkan skenario bagi warga sekitar yang berprofesi sebagai nelayan dengan memberikan bantuan peralatan untuk wisata air. "Nanti akan kita bantu seperti banana boat, paralayang agar bisa membantu masyarakat. Jika tidak melaut bisa tetap beraktivitas dengan menjalankan bantuan kita," tanda Risma.
Perlu diketahui, Jembatan Kenjeran yang akan dibangun Pemkot Surabaya dimulai dari Taman Hiburan Pantai Kenjeran, proyek jalur luar lingkar timur Surabaya, mengular hingga ke kawasan sentra ikan dan nelayan di Nambangan, Kedung Cowek.
Ruter jalur luar lingkar timur yang melayang di pesisir Kenjeran ke Kedung Cowek. Proyek ini akan menyajikan 6 lajur untuk kendaraan roda dua dan roda empat.
Pembangunan Jalur Luar Lingkar Timur itu juga diharapkan bisa mendongkrak perekonomian dan sektor wisata di kawasan kampung nelayan.
(bdh/bdh)











































