"Insya Allah kesiapan naskah, alhamdulillah sudah selesai. Bahkan dua minggu lalu sudah selesai dari target yang ditentukan 1 April, ternyata sudah masuk semua ke provinsi," ujar M Nuh kepada wartawan usai acara akad pernikahan putri tunggalnya, di kediaman mantan Rektor ITS di Rungkut Asri Utara 3-5 (RL 1F/20) Surabaya, Jumat (4/4/2014).
Menurutnya, kondisi kritis saat ini yang perlu diwaspadai yakni mengenai pengamanan naskah UN. "Kritis artinya serius bukan berarti ini berbahaya. Insya Allah pengamanan sudah sesuai SOP (standart operational procedur)," tuturnya.
Pelaksanaan UN tingkat SMA akan digelar pada 14 April, yang bertepatan dengan masa penghitungan hasil Pemilu Legislatif (Pileg) 2014. Ketika ditanya mengenai kesiapan petugas pengamanan yang tidak menutup kemungkinan akan terjadi benturan, mantan Rektor ITS Surabaya ini menegaskan, tidak ada kendala personel pengamanan naskah UN.
"Nggak apa-apa, kan beda-beda panitianya," tuturnya.
Disinggung tentang kebocoran soal atau jawaban UN, Nuh menegaskan, tidak ada kebocoran soal ujian. Katanya, yang terjadi adanya kebocoran jawaban UN.
"Bukan bocor soalnya, tapi bocoran jawabannya. Nggak usah percaya (bocoran jawaban). Biasakan jujur, nggak usah mencari bocoran, sinau (belajar) saja," ujarnya.
Untuk mengantisipasi bocornya jawaban UN, pihaknya sudah menyiapkan tim. Namun, Nuh enggan membeberkan apa saja yang dikerjakan oleh tim tersebut.
"Tentunya nggak perlu saya ceritakan, kan ada permainan mafia (jual beli kunci jawaban). Sudah kita antisipasi tapi nggak harus diumumkan," tandasnya sambil berharap, jika ada pelaku jual beli jawaban dapat diungkap aparat penegak hukum.
(bdh/bdh)










































