Menurut Assistant Manager External Relation Pertamina Marketing Operation Region V Heppy Wulansari, peningkatan stok diinstruksikan ke seluruh SPBU mulai H-7 Nyepi.
"Meski puncak peningkatan konsumsi BBM biasanya terjadi pada H-2 sampai H-1 Nyepi, kami mengantisipasi dengan menyiapkan peningkatan stok jauh hari sebelumnya. Konsumsi normal Premium di Bali sekitar 2.700 Kilo liter per hari dan Solar sekitar 900 Kiloliter/hari. Sedangkan pada hari H (Nyepi), Pertamina tidak akan beroperasi selama 1x24 jam di Bali, sesuai ketentuan yang ada," kata Heppy dalam rilis yang diterima detikcom, Selasa (25/3/2014) sore.
Peningkatan 10 persen, kata Heppy, dirasa cukup usai melihat evaluasi perayaan Hari Raya Nyepi tahun lalu. Sebelumnya, peningkatan konsumsi menjelang Nyepi mencapai 4% untuk Premium dan 3% untuk Solar.
Selain BBM, Pertamina juga mengantisipasi lonjakan permintaan elpiji ukuran 3 Kg dengan meningkatkan bufferstock hingga 3% dari konsumsi normal atau sebesar 440 Metrik ton/ hari dari konsumsi normal 430 Metrik ton/hari.
Hingga Februari 2014 tercatat konsumsi Premium di Bali mencapai 136.457 Kiloliter, Solar sebesar 36.984 Kiloliter dan Elpiji 3 kg mencapai 21.900 Metrik Ton.
Untuk konsumsi BBM Subsidi terbesar di Bali didominasi oleh Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, sedangkan untuk LPG 3 Kg konsumsi terbesar terjadi di Kota Denpasar dan Kabupaten Buleleng.
(ze/fat)











































