"Itu bukan pangkalan dan agen dan dia pengoplos," kata Asisten manager External Ralation Pertamina Region V, Heppy Wulansari pada detikcom, Kamis (20/3/2014).
Heppy mengungkapkan, rumah yang meledak diketahui melakukan pengoplosan elpiji dengan membeli dari berbagai pangkalan yang kemudian dioplos. "Jadi dia beli normal di banyak pangkalan kemudian dioplos dan dijual kembali dan itu sadah kami pastikan," ungkapnya.
Dia mengimbau kepada masyarakat agar segera melaporkan ke pihaknya atau ke kepolisian setempat jika melihat mencurigai adanya tindak pengoplosan elpiji.
"Sudah banyak kejadian seperti ini. Makanya kita imbau agar segera melaporkan ke kami atau ke polsek maupun polres setempat jika mencurigai ada tindak upaya pengoplosan elpiji yang sangat berbahaya," imbau Heppy.
Diberitakan sebelumnya, ledakan terjadi di Jalan Abdulrachman, Kelurahan Ngaglik, Kota Batu, Kamis (20/3/2014). Akibat peristiwa itu satu rumah warga hancur hingga menyebabkan korban luka.
Akibat kejadian ini empat orang yang saat kejadian ada didalam rumah mengalami luka. Empat korban adalah Kristin, David (57), alami luka lecet pada bagian kaki, Dany Wijaya (28) mengalami luka bakar di seluruh tubuhnya, dan Sari (50), pembantu di rumah tersebut.
(ze/fat)










































