Penganiayaan tersebut berawal ketika Eko Sugiono, salah satu anggota panwaslu Sapeken dan dua temannya, Wardani dan Ismail, melaksanakan tugas memantau aktivitas kampanye. Mereka meantau kampanye salah satu calon legislatif dari Partai Bulan Bintang (PBB) Badrul Aini.
Badrul berkampanye di rumah salah seorang warga di Desa Paliat, Kecamatan Sapeken. Saat melakukan pemantauan, mereka tiba-tiba dihadang dan diseret lalu dianiaya oleh pendukung Badrul, entah apa alasannya.
Mereka kemudian dianiaya. Namun Eko yang mendapat luka serius. Eko mengalami luka akibat senjata tajam di bawah lutut kanan, mata kaki sebelah kiri serta mengalami luka leban di sejumlah tubuhnya. Eko langsung dilarikan ke puskesmas setempat untuk mendapat perawatan.
"Saat itu anggota kami melakukan pengawasan di Desa Paliat kemudian diseret dan di aniaya oleh pendukung caleg PBB Badrul Aini," kata Zamrod, ketua Panwaslu Sumenep kepada wartawan, Selasa (18/3/2014).
Kasus penganiayaan tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Kecamatan Sapeken. Panwaslu Kabupaten Sumenep langsung berkoordinasi dengan Panwas provinsi untuk ditindak lanjuti.
"Saya minta kasus ini menjadi atensi besar bagi pihak kepolisian," tandas Zamrud.
(iwd/iwd)











































