Upaya Risma ini bukan untuk ajang pamer. Melainkan Risma ingin PNS Pemkot Surabaya tak kalah bersaing saat ASEAN Free Trade Area (AFTA) 2015.
"Saya juga sedang belajar bahasa mandarin. Apa salahnya belajar," kata Risma di Gedung Sawunggaling, Selasa (18/3/2014).
Risma tidak mengesampingkan kemampuan stafnya di bidang akademis lainnya. Namun Risma mendorong supaya semua PNS Pemkot Surabaya menguasai bahasa asing.
"Sepintar apapun kita, tapi kalau nggak bisa Bahasa Inggris kayak wong bodoh," ujar Risma.
Maka itu Risma mengarahkan para stafnya ikut memaksimalkan fungsi rumah bahasa. Rumah bahasa menyediakan buku-buku pelajaran bahasa asing dan juga sukarelawan pengajar.
"Kalau mau belajar (bahasa asing), itu ke rumah bahasa di Balai Pemuda," pungkas walikota dengan puluhan penghargaan ini.
(nrm/fat)











































