Korban ditabrak kereta yang melaju dari arah timur ke barat hingga kepalanya pecah. Jenazahnya langsung dibawa ke kamar mayat RSUD dr R Soedarsono Kota Pasuruan.
"Dia biasanya main layangan di rel. Biasanya juga saya saya awasi. Tadi dia di kamar mandi saya nggak tahu kalau dia main ke rel," kata nenek korban, Khasanah di kamar mayat, Selasa (18/3/2014).
Khasanah mengakui jika cucunya menderita tuli. Biasanya korban bermain layang-layang di rel di belakang rumah bersama temannya. Rumah korban berada di Jalan Cemara Gang I Kelurahan Bugullor berjarak 15 meter dari lintasan rel.
"Tadi dia pas bolos. Saya nggak tahu kalau dia main," jelas Khasanah.
Sementara ibu korban, Nadiro terus meratapi anaknya. Ia terus menangis dan meminta diizinkan masuk ke kamar jenazah. Namun ia terus dihalangi polisi dan kerabat lainnya.
"Aku saja yang mati, jangan anakku. Biarkan saya masuk," kara Nadiro. Ibu muda ini terus meracau dan memaki-maki kereta yang menabrak anaknya.
(fat/fat)










































