Saeri konon nekat melompat dan mencoba kabur saat dikeler ke sejumlah TKP curanmor di Situbondo. Tak ingin buruannya lolos, polisi pun terpaksa menembak kaki kanannya hingga terkapar. Residivis kambuhan asal Sempol Prajekan Bondowoso itu meregang nyawa sesaat setelah menjalani perawatan medis di RSU dr Abdoer Rahem Situbondo.
"Di tembak di bagian kaki karena berusaha kabur. Sudah dibawa ke RSU, tapi rupanya nyawanya tetap tidak bisa tertolong. Pelaku juga cukup parah dihajar massa," kata Ksatreskrim Polres Situbondo AKP H Sunarto, Senin (17/3/2014).
Keterangan yang dihimpun detikcom menyebutkan, Saeri dan Rosi tepergo saat menggasak Honda Supra P 4359 EC milik Sunandari (42) yang parkir di dekat persawahan tepi jalan desa Curahjeru Kecamatan Panji, siang tadi. Sunandari sendiri saat itu sedang memupuk sawah.
Melihat sepeda motornya ada yang mencuri, pria warga Tanjungglugur Kecamatan Mangaran pun berteriak maling. Warga yang mendengar teriakan itu langsung menangkap keduanya. Tanpa ampun, dua residivis kambuhan itu langsung dihajar hingga polisi datang dan mengamankan keduanya.
Dalam pengembangannya, keduanya terindikasi terlibat serangkaian aksi curanmor di wilayah Situbondo. Sedikitnya, ada 13 TKP curanmor yang sudah diakui oleh tersangka Rosi, bandit asal Kecamatan Banyuputih. Nah, saat dikeler ke TKP-TKP curanmor itulah Saeri berusaha kabur hingga langsung dilumpuhkan. Dor..!! Sekali tembak, residivis berbadan kekar itu langsung ndelosor.
Dari tangan keduanya polisi menyita alat curanmor berupa dua kunci T, satu unit sepeda motor Honda DK 5607 CE yang digunakan saat beraksi, serta satu unit sepeda motor hasil curian.
"Sementara ada 13 TKP yang diakui, tapi masih terus kami kembangkan," pungkas AKP H Sunarto.
(fat/fat)











































