"Peristiwanya terjadi Jumat (14/3/2014) kemarin sore di atas KM Kirana IX," kata AKP Lily Djafar saat dihubungi detikcom, Sabtu (15/3/2014).
Kasubbag Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak itu mengatakan, dari keterangan AM Ruswanto selaku nakhoda KM Kirana IX, peristiwa itu diawali sekitar pukul 17.40 WIB saat seorang penumpang kapal bernama Jumrianto melaporkan jika HP-nya telah hilang dicuri.
Laporan itu ditindaklanjuti oleh keamanan kapal dengan melihat CCTV. Di situ terlihat jika HP pria 21 tahun itu diambil oleh penumpang kapal lain bernama Mispanto (30), warga Dadapan, Lumajang. Bripda Deny yang bertugas mengawal kapal kemudian mendatangi dan menginterogasi Mispanto.
"Pelaku mengakui jika ia yang mencuri HP korban," lanjut Lily.
Deny kemudian mengkeler Mispanto untuk menunjukkan dimana HP korban disembunyikan. Anggota Dit Sabhara Polda Jatim itu mengkeler Mispanto dengan memegang krah bajunya dari belakang. Saat melewati pagar tepi kapal, tiba-tiba Mispanto meloncat ke laut.
Deny berusaha mencegah tindakan Mispanto dengan menariknya. Namun Deny terpeleset sehingga tubuhnya tertarik ikut meluncur turun jatuh ke laut. "Peristiwa jatuhnya sekitar pukul 19.00 WIB," ujar Lily.
Peristiwa itu dilaporkan ke nakhoda kapal yang akhirnya memutuskan lego jangkar untuk mencari Deny dan Mispanto. Mereka berdua tercebur di Perairan Marabatua, perairan diantara Kalimantan dan Surabaya.
Sayangnya pencarian itu tak membawa hasil. Tubuh mereka berdua tak ditemukan. Setelah dua jam lego jangkar, akhirnya kapal meneruskan perjalanan menuju Surabaya.
(iwd/iwd)











































