Duta besar Selandia Baru untuk Indonesia, David Taylor, mengatakan program beasiswa yang rutin tiap tahun diberikan pemerintahnya ini lebih memprioritaskan bagi mahasiswa S1 dari Indonesia Timur yang ingin melanjutkan sekolah di New Zealand.
"Kenapa kita prioritaskan mereka. Karena kita tahu semua, Indonesia Timur selama ini kurang terjamah sehingga kita mau mereka agar berkembang," katanya dalam pameran pendidikan New Zealand Scholarship di Hotel Shangri-La Surabaya, Sabtu (15/3/2014).
Tak hanya beasiswa yang didapatkan, David juga menpersilahkan bagi mahasiswa yang sudah berkeluarga mengajak suami/istri dan anaknya ke Selandia Baru. Menurutnya, pemerintah akan menyekolahkan anaknya dan memberikan waktu bagi suami/istrinya bekerja di Selandia Baru.
"Selain uang kuliah, akomodasi dan uang saku selama kuliah. Serta jika mahasiswa punya anak dan istri, mereka juga boleh kerja. Dan mereka akan diberlakukan sama seperti orang New Zealand diantaranya diberikan kesehatan gratis, anaknya sekolah hingga SMU dan semua itu gratis dibiayai negara kami," imbuhnya.
Saat ini, lanjut David, mahasiswa Indonesia yang kuliah dan mendapat beasiswa sudah menempati ranking 22 dari 100 ribu mahasiswa berbagai negara yang mendapat beasiswa. Ia berharap, mahasiswa Indonesia bisa masuk ranking 10 besar.
"Untuk program beasiswa yang kita utamakan dalam New Zealand Scholarship tahun ini ada tiga yakni, geotermal atau panas bumi, pertanian dan managemen bencana. Tapi prioritas bukan berarti bidang lain tidak, kita juga kasih. Kita juga berharap hingga 2017 kita bisa mempunyai 4 ribu mahasiswa asal Indonesia," ungkapnya.
(ze/fat)











































