Bertamu di kantor Wali Kota Risma, Corinne Breuze datang bersama sembilan orang delegasi pengusaha, Rabu (12/3/2014).
Tamu-tamu Risma ini memandang Surabaya sebagai kota strategis menurut Pemerintah Perancis.
"Saya sengaja datang bersama para pengusaha Perancis untuk melihat langsung infrastruktur di sini. Dan kami optimistis respon investasi akan positif," kata Breuze saat kepada Risma di lantai 2 balai kota, Rabu (12/3/2014).
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam tersebut, topik pembicaraan lebih banyak membahas mengenai investasi, ekonomi, dan lingkungan.
Brueze juga mengatakan siap membantu Surabaya di bidang pembangunan. Untuk itu, ia tak segan menggali informasi tentang pola pembangunan di Surabaya.
Brueze sedang menggali, kira-kira bidang pembangunan apa yang bisa disinergikan dengan program Kedubes Perancis.
Sementara itu, Risma sendiri menjamin situasi kota yang tetap kondusif. Caranya yakni dengan menyelenggarakan kota yang nyaman untuk ditinggali.
"Dengan demikian, diharapkan para investor juga merasa aman dan nyaman menanamkan modalnya di Surabaya," kata Risma.
Risma menjelaskan, Surabaya sebagai ibu kota Provinsi Jawa Timur ini memegang peranan penting, khususnya bagi alur perdagangan di Indonesia bagian timur. Menurutnya, pelabuhan di Surabaya menjalankan fungsinya sebagai penghubung.
"Melalui pelabuhan tersebut, banyak produk atau komoditas yang dipasok ke pulau-pulau di timur Indonesia," papar Risma.
(bdh/bdh)











































