Risma mengatakan, isu-isu yang mendesak tak jauh-jauh dari persoalan pengelolaan air, pembangunan infrastruktur, saluran, dan penanggulangan banjir.
"Saluran bawah tanah Kota Surabaya itu masih kental dengan sentuhan Belanda," kata Risma di ruang kerja, lantai 2 balai kota, Rabu (12/3/2014).
Risma memaklumi, bahwa Surabaya zaman dijajah kolonial Belanda, banyak dibangun fasilitas mulai dari gedung-gedung, jalan, jembatan, hingga gorong-gorong.
"Sebagian besar diantaranya masih ada hingga sekarang. Bahkan, saat ini pemkot mencoba mengoptimalkan kembali gorong-gorong peninggalan zaman Belanda," tambah Risma.
Menurut Risma, sistem saluran bawah tanah yang sudah berusia puluhan tahun itu terbukti mampu mengatasi problem banjir. Di sejumlah kawasan, intensitas banjir sudah jauh berkurang karena air hujan mengalir dengan lancar.
(nrm/bdh)











































