Dia menjelaskan, pihaknya terlanjur mematok biaya ibadah umroh Rp 17 juta per jamaah. Padahal saat ini, sesuai nilai tukar rupiah telah mencapai Rp 23 juta. Faktor ini yang menjadi penyebab terlantarnya 120 jamaah umrah CV HMS. Ditambah lagi, untuk memberangkatkan 120 jamaah tersebut, Masrichan mempercayakan kepada biro perjalanan PT Religi Jakarta.
"Mereka adalah santri saya. Saya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk tetap memberangkatkan mereka. Tapi penjelasan PT Religi, ternyata uang santri saya digunakan untuk memberangkatkan jamaah umroh yang lain yang berangkat sebelum jamaah kami," kilah Masrichan saat dihubungi detikcom, Rabu (12/3/2014).
Namun saat dikonfirmasi, Masrichan berjanji akan menyampaikan penjelasan terulis melalui SMS dan meminta maaf kepada 120 jamaah yang terlantar.
"Saya sudah berusaha beritikat baik dengan menyetor uang Rp 1,4 miliar agar PT Religi Jakarta menjadwal kembali pemberangkatan ke tanah suci. Hasilnya, tanggal 22 Maret besok para jamaah akan diberangkatkan," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, 120 jamaah umroh KH Masrichan Asyari asal Mojokerto, Jombang dan Blitar gagal berangkat ke tanah suci. Padahal sejak tanggal 28 Februari lalu, mereka telah tiba di Jakarta dan siap diterbangkan ke tanah suci. Namun sampai hari ini, nasib mereka belum jelas, sehingga 120 jamaah ini memutuskan kembali ke kampung halaman mereka masing-masing. Informasi terakhir, 120 jamaah ini dalam perjalanan menuju kampung halaman mereka masing-masing dan telah sampai di Madiun.
(fat/fat)











































