Tolak Kenaikan Tiket, Pelaku Wisata Demo TNBTS

Tolak Kenaikan Tiket, Pelaku Wisata Demo TNBTS

- detikNews
Senin, 10 Mar 2014 12:50 WIB
Tolak Kenaikan Tiket, Pelaku Wisata Demo TNBTS
Gerakan Masyarakat Peduli Pariwisata Indonesia berunjuk rasa
Malang - Gerakan Masyarakat Peduli Pariwisata Indonesia meluruk Kantor Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS). Mereka memprotes kenaikan harga tiket kawasan taman nasional diberlakukan sejak Mei 2014.

"Kami menolak kenaikan tarif karena sangat merugikan kami," ujar koordinator aksi Indra Brewok dalam orasinya, Senin (10/3/2014).

Kenaikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2014 yang ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut dianggap sebagai komersialisasi alam.

"Kebijakan ini sangat mencederai kepemimpinan SBY di akhir jabatannya," tegasnya.

Selain itu, lanjut dia, dengan berlakunya tarif ini maka kawasan taman nasional hanya dapat dinikmati oleh masyarakat mampu saja. Karena harga tiket yang diberlakukan naik 300 kali lipat dari harga sebelumnya.

"Kawasan konservasi tidak bisa disamakan dengan taman rekreasi. Taman nasional adalah kekayaan alam yang juga milik semua golongan," sambungnya.

Ketua paguyuban transportasi Jeep Rudi Wibowo 4x4 yang beroperasi di kawasan tersebut juga ikut menyesalkan, pemberlakuan tiket baru. "Ini sangat memberatkan, bagaimana nanti kami menyampaikannya ke wisatawan," ujarnya terpisah.

Kenaikan harga tiket wisatawan domestik yang semula hanya Rp 10 ribu naik menjadi Rp 37.500 sedangkan pada hari libur menjadi Rp. 67.500.

Harga tiket untuk wisatawan Asing harga tiket dari Rp 72.500 merangsek naik menjadi Rp 267 ribu, sedang pada hari libur harga tiket bisa mencapai Rp 640 ribu.

Sementara Kepala BB TNBTS Ayu Dewi Utari mengaku hanya menjalankan peraturan baru yang ditetapkan. Artinya, bukan pihaknya yang menaikkan harga tiket baru tersebut.

"Tarif lama itu sebenarnya sesuai dengan PP tahun 1998, dan ini baru diperbaharui setelah 16 tahun," ujarnya.

(iwd/iwd)
Berita Terkait