Pelaku adalah Mujianto, warga Dusun Tegaron RT03/RW05, Desa Talangagung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Pria 30 tahun itu tewas di lokasi kejadian setelah timah panas petugas menembus dada kanannya.
Kejadian ini berawal dari laporan warga ke Polsek Ngajum yang menyebutkan adanya orang gila mengamuk dengan membawa senjata tajam (celurit). Yang mendapat laporan adalah Aipda Ferri dan rekannya, Briptu Adi yang saat itu tengah tugas jaga di mapolsek.
Mendapat laporan itu, mereka langsung menuju tempat kejadian yang lokasinya tepat di depan Kantor Pengairan Ngajum. Mereka menuju ke sana dengan mengendarai mobil patroli, Sabtu (8/3/2014), pukul 22.00 WIB.
Sesampai di lokasi, kedua petugas berusaha meredam pelaku yang saat itu tengah mengamuk di sekitar pos kamling. Namun saat hendak diamankan, pelaku yang akhirnya diketahui mempunyai gangguan jiwa justru melayangkan clurit ke arah Aipda Ferri.
Ferri terkena sabetan pada kaki kanan (tumit), tangan kanan, kiri dan dada kanan. Mendapat serangan itu, Ferri mencabut pistolnya. Dia menembak ke udara untuk memberikan tembakan peringatan.
Tembakan peringatan itu tak digubris. Tak ingin kembali disabet celurit yang mungkin bisa membahayakan jiwanya, Ferri menembak pelaku. Satu tembakan langsung diarahkan ke arah dada sebelah kanan hingga pelaku tersungkur.
"Pelaku sempat menganiaya petugas dengan clurit. Tembakan peringatan tak digubris hingga pelaku harus dilumpuhkan untuk melindungi diri," ujar Kapolsek Ngajum AKP Sugeng Waskito, Minggu (9/3/2014).
Ia menambahkan, kedua petugas sedang berupaya meredam amuk pelaku, agar meletakkan senjata tajam yang dibawanya. Karena masyarakat sekitar merasa terancam, tindakan itu justru memancing pelaku emosi dan melukai petugas.
"Untuk melindungi diri, senjata diarahkan kepada pelaku, setelah tembakan peringatan tak menghentikan ancaman pelaku," imbuh Waskito.
Guna penanganan lebih jauh, lanjut dia, jasad pelaku dibawa ke Rumah Sakit Daerah Kanjuruhan. Rencananya, esok pagi dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.
"Petugas yang terluka sudah ditangani medis di rumah sakit berbeda," sambung Waskito.
Sebuah clurit diamankan petugas saat menggelar olah tempat kejadian perkara. Sejumlah saksi ikut dimintai keterangan untuk penyelidikan kasus ini.
(iwd/iwd)











































