Dari pantauan detikcom di lokasi, tumpeng durian raksasa diletakkan di tengah lapangan. Pagar besi dipasang pihak panitia agar tumpeng durian tidak menjadi rebutan warga. Beberapa anggota Satpol PP terlihat menjaga tumpeng tersebut. Sementara ribuan warga sudah bersiap di sekitar tumpeng untuk mendapatkan buah yang berharga mahal ini. Tumpeng raksasa buah durian disediakan dalam acara KenDuren 2014 di Desa/Kecamatan Wonosalam, Jombang.
Setelah mendapat aba-aba dari Bupati Jombang, Nyono Suharli, ribuan warga menyerbu tumpeng durian. Sedianya tumpeng buah durian dibagikan oleh petugas yang berjaga di atas tumpeng. Namun ribuan warga yang sudah tak sabar, menyerbu tumpeng tersebut. Akibatnya, pagar besi pembatas yang mengelilingi tumpeng pun roboh. Dalam sekejap, ribuan buah durian ludes dikeroyok pengunjung.
Menurut Sugianto (23), salah seorang pengunjung asal Desa Pugeran, Kecamatan Gondang, Mojokerto, dia sengaja datang langsung ke lokasi KenDuren untuk mendapatkan buah durian gratis. Dengan membawa sebuah durian dari hasil rebutan dengan warga lainnya, Sugianto tampak ceria.
"Mumpung gratis mas, kalau beli sendiri kan mahal," ujar Sugianto kepada detikcom saat ditemui di lapangan Desa Wonosalam.
Selain tumpeng raksasa, sebelumnya, sembilan buah tumpeng pendamping telah ludes dikeroyok para pengunjung. Sembilan tumpeng tersebut tersusun dari buah-buahan dan sayur-sayuran hasil bumi Kecamatan Wonosalam. Tumpeng dikirab dari depan kantor Kecamatan Wonosalam menuju lapangan Desa Wonosalam yang berjarak sekitar 1 Km.
"Sembilan tumpeng ini dibuat oleh sembilan desa yang ada di Kecamatan Wonosalam," kata Rusdiyanto, salah seorang panitia acara KenDuren 2014.
Sementara itu, menurut Bupati Jombang, Nyono Suharli, tujuan acara KenDuren yang digelar rutin setiap tahun ini untuk menarik simpati wisatawan dari dalam maupun luar daerah Jombang. Selain itu, acara tersebut juga untuk menarik investor agar bersedia melakukan investasi di bidang wisata di Kecamatan Wonosalam.
"Ada 2014 durian sesuai jumlah tahun. Acara ini untuk menarik simpati wisatawan dari rasa durian khas Wonosalam," jelas Nyono.
Nyono menjelaskan, durian asli Wonosalam berjenis Bidu. Jenis durian ini memiliki ciri khas daging buah yang tebal dan rasanya manis campur pahit."Rasanya manis pahit sangat khas. Selain itu durian ini rendah kolesterol, sehingga bila makan dalam jumlah banyak tidak jadi masalah," ungkapnya.
(bdh/bdh)











































