"Saya jadi walikota, rasanya jadi pesuruh (abdi) masyarakat," kata Risma di ruang kerja wali kota lantai 2 Balai Kota Surabaya, Jumat (7/3/2014).
Dulu, lanjut Risma, dirinya memang pernah merasa bangga memiliki jabatan sebagai kepala dinas (DKP). Tapi kini, semenjak menjadi walikota, Risma justru merasa selalu kurang dalam melayani masyarakat.
"Menurut saya, bukan apa-apanya lah Risma itu," tutur alumni ITS ini.
Sudah umum bila jabatan walikota lebih tinggi daripada jabatan kepala dinas lainnya. Bagaimana menurut Risma?
"Tapi menurut Tuhan belum tentu," pungkas Risma.
(bdh/bdh)











































