"Meninggal karena kesetrum saat menurunkan antena radio di depan Balai Dusun Kutut," tegas Kapolsek Ngantang AKP Prayitno kepada detikcom.
Korban adalah Surya Hardianto warga Jalan Bandaragung, Desa Terusan Numai, Lampung Tengah dan Rahmatulloh Rais warga Serang, Banten.
Menurut Prayitno, kedua korban merupakan relawan dari PPA Daerah Istimewa Yogyakarta. Mereka datang ke wilayah Ngantang bersama 47 relawan lain sejak 27 Febuari 2014 lalu.
"Ini hari terakhir, dan mereka akan pulang," tuturnya.
Kronologis kejadian menurut AKP Prayitno, menjelang pulang para relawan membongkar posko yang didirikan depan balai dusun, termasuk menurunkan antena komunikasi radio setinggi 13 meter. Hanya dua korban yang saat itu berusaha menurunkan.
Nahas, diduga tak kuat menahan beban, tiang antena roboh ke jaringan listrik bertegangan tinggi. "Langsung meninggal di lokasi kejadian," jelas Prayitno.
Jasad kedua korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit dr Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk menjalani visum sebelum diantar ke rumah duka.
Sementara, Carlos perwakilan alumni Universitas Gajahmada Yogyakarta mengatakan, pihaknya sudah menghubungi keluarga korban untuk menyampaikan musibah ini. "Sudah dihubungi, tapi belum bisa. Ini merupakan hari terakhir korban berada di Ngantang," tegasnya terpisah.
Dia mengaku, Rahmatulloh tercatat sebagai mahasiswa Fisipol UGM angkatan tahun 2010 dan Surya adalah mahasiswa Universitas Sarjana Wiyata Taman Siswa jurusan administrasi negara angkatan tahun 2006.
"Kami sebagai alumni mewakili disini," tutupnya.
(bdh/bdh)











































