"Anak itu bukan siapa-siapa saya kok Bu, saya cuma kasihan dia sebatang kara, dia putus sekolah karena tidak punya biaya," kata Nur kepada Risma di balai kota, Selasa (3/3/2014) kemarin.
Singkat cerita, anak perempuan yang ditangisi Nur ini putus sekolah saat duduk di kelas 1 SMK. Anak ini ditinggal meninggal kedua orang tuanya.
Anak ini sempat diasuh oleh beberapa tetangga. Mungkin karena minder, si anak berkeras diri tak ingin melanjutkan sekolahnya.
"Yo engkok tak paranane (Ya nanti saya samperin)," tutur Risma.
Saat itu Risma langsung memanggil ajudannya Fahmi, Kepala Dinas Sosial Supomo dan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Surabaya Nanis Chairani.
"Pakai psikologmu temui anak itu, dibujuk supaya mau disekolahkan ya," perintah Risma ke Nanis.
Sementara itu, kepada Supomo, Risma menjabarkan adanya kemungkinan anak yatim-piatu ini akan dibawa dan tinggal di UPTD Kampung Anak Negeri di Wonorejo atau di Liponsos Kalijudan.
(nrm/bdh)











































