Wahana tunggangan satwa yang dimiliki KBS selama ini diantaranya, gajah dan unta. Kedua satwa itu tiap hari menjadi satwa yang bisa ditunggangi oleh pengunjung sebagai daya tarik tersendiri.
Namun sejak pertengahan Januari 2014, Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) selaku pengelola KBS telah membatasi dan mengurangi intensitas tunggang satwa.
"Tunggangan satwa sejak Januari sudah kita kurangi. Hanya untuk Hari Sabtu dan Minggu, masalah hari libur hari Jumat sedang kita koordinasikan," kata Dirut PDTS Ratna Achjuningrum, kepada wartawan, Selasa (4/3/2014).
Selain dua wahana tersebut, Ratna mengaku sudah melakukan sosialisasi kepada pengunjung terkait pembatasan tunggang satwa serta masih ada beberapa sosialisasi yang masih dibahas lebih lanjut. Namun ia enggan menyebutkan.
"Selain sosialisasi, kita juga melakuka evaluasi yang kita laporkan ke Pemkot. Contohnya, jumlah kunjungan, bagaimana penataan jam kerja, bagaimana pengoperasian kebersihannya, bagaimana sosialisasi ke masyarakat. Itu semua akan kita evaluasi dan segera kita laporkan ke pemkot," imbuhnya.
Tak hanya itu, Ratna juga enyebut saat ini pihaknya sedang melakukan negosiasi dengan ITS sebagai konsultan lingkungan hidup. Hal ini menanggapi surat dari Badan Lingkungan Hidup agar KBS melakukan studi lingkungan.
"Sekarang lagi nego konsulotasi dengan ITS sebagai konsultan lingkungan kita supaya bisa melaksanakan studi lingkungan hidup. Harapannya satu dua bulan kedepan dokumen pengelolaan lingkungan hidup sudah selesai," sebut Ratna.
(bdh/bdh)











































