DetikNews
Senin 03 Maret 2014, 14:02 WIB

Kemendagri: Penyidik Pegawai Negeri Sipil di Satpol PP Masih Kurang

- detikNews
Surabaya - Kebutuhan penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) di lingkungan Satpol PP di seluruh Indonesia dinilai masih kurang. Kementerian Dalam Negeri melakukan kerjasama dengan Lembaga Pendidikan Polri, untuk memberikan pelatihan bagi calon PPNS.

"Tahun ini kita kerjasama dengan Kepolisian Republik Indonesia mengenai penyelenggaraan pendidikan dan latihan untuk melatih kawan-kawan dan seluruh daerah di Indonesia. Nantinya ada sertifikasi penyidik pegawai negeri sipil," kata Dirjen Pemerintahan Umum Kemendagri Agung Mulyana usai menghadiri upacara peringatahn HUT Satpol PP ke 64 dan Satlinmas ke 52 di Lapangan Makodam V/Brawijaya, Senin (3/3/2014).

Agung menerangkan, dalam 21 angkatan diklat PPNS, Kemendagri menargetkan 840 personel PPNS se Indonesia. "Mereka sebagai penyidik pegawai negeri sipil. Setiap pelanggaran peraturan daerah bisa disidik PPNS," terangnya.

Ia mengakui, kebutuhan PPNS di daerah masih kurang. Menurutnya, ada sekitar 500 kabupaten dan masing-masing kabupaten atau daerah membutuhkan sekitar 3 personel PPNS.

"Masih kurang belum sesuai kebutuhan. Kalau seluruh Indonesia ada 500 (pemkab/pemkot) paling sedikit 3 orang, jadi yang dibutuhkan sekitar 1.500 PPNS," tuturnya.

Ia mengakui, kebutuhan PPNS tersebut akan dikonsentrasikan di Satpol PP. Jika ada satuan kerja perangkat daerah (SKPD) membutuhkan PPNS, maka bisa mengajukan ke Kemendagri.

"Satpol PP kita kuati dulu. Tapi kita buka kesempatan kalau ada SKPD ingin (memiliki PPNS), melalui kepala daerahnya bisa mengirimkan surat ke saya," tandasnya.


(roi/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed