Baru 10 persen turun menjadi lahar hujan. Jadi, masih ada sekitar 60 juta kubik material yang belum dimuntahkan menjadi lahar hujan. Hal ini tentu saja membahayakan warga sekitar.
"Meskipun sudah turun statusnya, tapi material vulkanik Kelud masih banyak yang tertahan di puncak dan ini berbahaya," kata Penanggung Jawab Gunung Api se-Jawa Tengah-Jawa Timur, Umar Rosyadi kepada wartawan di pos pantau PVMBG Desa Sugihwaras Kec Ngancar Kabupaten Kediri, Sabtu (1/3/2014).
Apalagi, kata Umar Rosyadi, 3 CCTV yang dipasang di Sungai Jengglong, Sungai Bladak dan puncak Kelud pasca eruspsi pertengahan Februari lalu, diketahui jika baru 5 - 10 persen dari 120 juta kubik material vulkanik Gunung Kelud yang dimuntahkan.
"Sebenarnya kami harapkan hujan lebat segera turun jadi material bisa terbawa semua," tambah Umar.
Sementara sejak Jumat (28/2) sore berdasarkan aktivitas kegempaan, PVMBG menurunkan status Gunung Kelud dari siaga menjadi waspada dengan rekomendasi 3 KM steril dari aktivitas apapun.
Dan saat ini kondisi kawah Gunung Kelud yang sedianya terdapat anak Gunung Kelud, kini menjadi cekungan yang sangat luas dengan diameter 400 meter persegi dan kedalaman 30 meter persegi dengan asap putih tebal yang terus membumbung tinggi di atas cekungan.
(fat/fat)











































