Berikut kronologi tragedi menimpa peserta mayoritas asal Jakarta:
Sebanyak 18 peserta mengikuti rafting dengan operator Batu Alam Rafting (BAR) di Desa Torongrejo, Kecamatan Beji, Kota Batu, Jumat (28/2/2014) siang. Sekitar pukul 14.00 Wib, 5 perahu diberangkatkan membawa 18 peserta terbagi menjadi 5 kelompok.
Rencananya rafting akan finish di Desa Areng-Areng, Kecamatan Beji, yang berjarak 10 Km dari titik awal berangkat. Mendekati rest area berada di separuh perjalanan. Satu perahu terguling.
Tiga peserta berhasil berenang menyelamatkan diri ke tepi sungai. Sedangkan peserta lain terseret arus sungai.
"Ada lima peserta di atas perahu, satu ditemukan meninggal. Empat masih dalam pencarian," ujar Kepala BPBD Kota Batu Sasmito kepada detikcom, Jumat malam.
Satu korban meninggal bernama Nurul Komar (23), warga Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan. Korban ditemukan tewas di aliran Sungai Brantas, lokasi rafting dilakukan.
"Satu korban selamat Rani Efendi. Juga warga ibukota," jelas Sasmito.
Ia menambahkan, korban meninggal kini berada di Rumah Sakit Hasta Brata, Kota Batu dan kini puluhan tim SAR gabungan dikerahkan untuk menyisir aliran sungai.
"Karena masih ada empat korban lain belum berhasil ditemukan," ungkapnya.
(fat/fat)