Dua Kelompok Nelayan Nyaris Bentrok, Satu Perahu Motor Hancur

Dua Kelompok Nelayan Nyaris Bentrok, Satu Perahu Motor Hancur

Ghazali Dasuqi - detikNews
Minggu, 23 Feb 2014 16:20 WIB
Dua Kelompok Nelayan Nyaris Bentrok, Satu Perahu Motor Hancur
Jaring nelayan yang diselamatkan/Ghazali Dasuqi
Situbondo - Bentrok antar kelompok nelayan nyaris terjadi di perairan laut Situbondo. Sekelompok nelayan tak dikenal tersinggung saat ditegur rombongan nelayan asal pesisir Mimbo, Kecamatan Banyuputih.

Nelayan tak dikenal itu emosi dan nekat melempar bondet atau bom ikan ke arah perahu yang ditumpangi nelayan Mimbo. Perahu mesin milik milik Pak Aris (45) itu langsung hancur dan karam terkena bondet.

Tahu begitu, rombongan nelayan tak dikenal itu langsung ngacir. Beruntung, 9 nelayan Mimbo yang menumpang perahu itu selamat. Mereka berhasil ditolong nelayan lain setelah sempat terapung di tengah laut.

Hingga kini, upaya evakuasi bangkai perahu motor bernama Tunggal dan sejumlah peralatan mencari ikan itu masih terus dilakukan. Sementara, jaring ikan dan bangkrak atau anjang berhasil diselamatkan.

"Nelayan tak dikenal itu ditegur karena mencari ikan di area nelayan sini, apalagi dengan bom. Tapi mereka tidak terima dan langsung melempar bom ikan ke dekat perahu nelayan sini," kata Kepala Dusun setempat, Tohasan, Minggu (23/2/2014).

Keterangan yang dihimpun detikcom menyebutkan, insiden yang melibatkan sekelompok nelayan asal pesisir Mimbo Kecamatan Banyuputih dengan serombongan nelayan tak dikenal itu terjadi dini hari tadi.

Lokasinya di perairan laut dekat Labuhan Merak Desa Sumberwaru Kecamatan Banyuputih. Sebanyak 9 nelayan Mimbo yang menumpang perahu motor 'Tunggal' memergoki rombongan nelayan lain melakukan pengeboman ikan di lokasi tersebut. Merasa 'lahannya' diusik, nelayan asal pesisir Mimbo pun langsung menegur.

"Siapa yang menyuruh kalian ngebom ikan di sini," ujar Tohasan menirukan teguran nelayan.

Bukannya menyingkir, serombongan nelayan tak dikenal itu malah mengeluarkan satu bom ikan lagi dan melemparkannya ke arah perahu yang ditumpangi nelayan asal Mimbo. Meski perahu hancur dan sejumlah peralatannya ikut karam, sebanyak 9 nelayan asal Mimbo lolos dari maut.

Diantaranya, Agus Fergiyanto, Raihan, Said, Asan, Yudi dan Pak Suryani. Sedangkan tiga nelayan lainnya berasal dari Kecamatan Jangkar dan hanya ikut bekerja dengan nelayan Mimbo. Para nelayan itu berhasil diselamatkan nelayan perahu 'Patas' milik Badrus (50), asal Mimbo Desa Sumberanyar Kecamatan Banyuputih, yang saat itu berada tak jauh dari lokasi kejadian.

"Kerugiannya diperkirakan mencapai ratusan juta. Perahu itu dilengkapi dua mesin penggerak dan peralatan lainnya," pungkas Tohasan.

(fat/fat)
Berita Terkait