"Sama-sama lahir normal pada hari Rabu (19/2) lalu," kata Rika Rahmawati, dokter yang menangani kelahiran dua satwa lucu tersebut, Minggu (23/2/2014).
Si bayi kuda nil kerdil betina yang diberi nama Valentina, lahir dari pasangan Frangky dan Fluvy yang didatangkan dari kebun binatang Australia 2013. Valentina lahir dengan berat 5 kg, panjang 50 cm dan tinggi 25 cm.
Masa kehamilan hewan pemakan rumput dan buah-buahan ini berkisar 190-210 hari. Ini merupakan kelahiran pertama di TSI II. Menurut Rika, kudanil kerdil merupakan Hippopotamus adalah binatang yang hidup di hutan dan rawa-rawa serta paling berbahaya Afrika Barat. Populasinya di alam liar saat ini sekitar 3.000 ekor.
"Kelangsungan hidup kuda nil kerdil di penangkaran lebih terjamin dibandingkan di alam liar karena perburuan liar," jelas Rika.
Dengan kelahiran Valentina, jumlah kuda nil kerdil di TSI II menjadi empat ekor. Valentina saat ini sudah bisa dilihat oleh pengunjung di kandang display.
Sementara, bayi unta punuk dua yang lahir diberi nama Vidika. Ia lahir normal dengan berat mencapai 40 kg, tinggi 122 cm dan panjang 150 cm. Bayi unta tampak lucu dan sehat dan masih berada di kandang karantina. Tiga bulan lagi sudah bisa dilepas di area exibit.
Vidika lahir dari pasangan betina bernama Vidi dan unta jantan yang saat ini masih berada di TSI I Bogor. Vidi, dan belasan unta punuk dua lainnya didatangkan dari kebun binatang nasional Capital Kishinew di Moldova, Juli 2013 lalu, dalam keadaan hamil.
"Kelahiran unta punuk dua juga yang pertama kalinya di sini," jelas Rika.
(fat/fat)










































